<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>opikopi</title>
	<atom:link href="http://sioppie.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sioppie.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Jun 2009 11:52:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sioppie.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>opikopi</title>
		<link>http://sioppie.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sioppie.wordpress.com/osd.xml" title="opikopi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sioppie.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Perbincangan dengan Hati (4)</title>
		<link>http://sioppie.wordpress.com/2009/06/15/perbincangan-dengan-hati-4/</link>
		<comments>http://sioppie.wordpress.com/2009/06/15/perbincangan-dengan-hati-4/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 11:52:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sioppie</dc:creator>
				<category><![CDATA[perbincangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sioppie.wordpress.com/2009/06/15/perbincangan-dengan-hati-4/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Aku lama-lama muak dengan sikapmu&#8221; katanya langsung sebelum aku sempat mengambil tempat duduk di sudut biasa itu. Aku mengernyitkan dahi. Tak mengerti. &#8220;Ada apa sih? Kenapa?&#8221; &#8220;Sampai kapan mau menggunakan alasan butuh penjelasan atau kata maaf untuk terus memikirkan dia?&#8221; tanyanya dingin. Aku sangat benci situasi ini. Ia seperti musuh yang siap membunuhku. &#8220;Dia siapa?&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sioppie.wordpress.com&amp;blog=6094354&amp;post=154&amp;subd=sioppie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Aku lama-lama muak dengan sikapmu&#8221; katanya langsung sebelum aku sempat mengambil tempat duduk di sudut biasa itu.</p>
<p>Aku mengernyitkan dahi. Tak mengerti.</p>
<p>&#8220;Ada apa sih? Kenapa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Sampai kapan mau menggunakan alasan butuh penjelasan atau kata maaf untuk terus memikirkan dia?&#8221; tanyanya dingin.</p>
<p>Aku sangat benci situasi ini. Ia seperti musuh yang siap membunuhku.</p>
<p>&#8220;Dia siapa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Masa lalumu.&#8221;</p>
<p>Aku menghela nafas. Sesak sekali rasanya, seperti ada di ruangan tertutup dengan ribuan orang. Seperti berjuang memperebutkan oksigen yang tiba-tiba menjadi barang mahal.</p>
<p>&#8220;Sampai kapan kamu akan terus memikirkan tentang penjelasan atau kata maaf itu? Sadarkah kamu kalau perbuatan itu juga menyakiti orang lain?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tidak memikirkan penjelasan atau kata maaf. Kalau memang tidak ada ya sudah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi setidaknya kamu masih menunggu. Untuk apa? Kamu masih terganggu mendengar atau melihat sesuatu tentang dia di masa lalumu. Kenapa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tidak tahu. Yang jelas bukan karena cinta. Tidak ada lagi rasa itu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lalu untuk apa kamu masih menunggu? Masih merasa terganggu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Karena aku merasa aku berhak untuk tahu. Aku berhak mendapatkan penjelasan. Kata maaf. Aku berhak karena selama ini aku telah berusaha bersabar. Kenapa harus aku yang selalu mencoba mengerti?&#8221; amarahku meledak. Kini aku merasa tak ada lagi yang mengertiku.<br />
Tidak juga ia yang biasanya selalu menghiburku dengan senyum luar biasanya. Aku merasa tidak mengenalnya.</p>
<p>Ia hanya tersenyum. Tapi bagiku senyum itu tidak membantu.</p>
<p>&#8220;Kamu tahu? Sikapmu ini meyakinkanku bahwa kamu masih mencintainya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tidak begitu&#8221; bentakku.</p>
<p>&#8220;Menurutmu begitu? Tapi hanya orang yang kita sayangi yang bisa menyakiti perasaan kita sebegitu dalam. Bukankah begitu? Aku hanya ingin mengingatkanmu. Keegoisanmu untuk mempertahankan hak dan keinginan itu mungkin saja menyakiti orang lain. Walau pun kamu tidak mau. Walau pun bukan maksudmu begitu.&#8221;</p>
<p>Aku menatapnya nanar.</p>
<p>&#8220;Kamu sudah punya dia yang sekarang. Apa kamu tidak pikirkan perasaannya?&#8221; suaranya melembut.</p>
<p>&#8220;Aku pikirkan dia. Semua yang aku lakukan, semua perasaanku, sebagian besar telah aku bicarakan dengannya. Terutama bila menyangkut masa lalu itu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lalu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Dia bilang akan mencoba mengerti. Luka yang tertinggal di hatiku terlalu dalam. Parutnya masih basah, bahkan sesekali berdarah. Bukan karena harapan untuk kembali, lebih pada pertanyaan tentang penjelasan itu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dia bilang akan mencoba mengerti. Tapi sampai kapan? Kesabaran manusia pasti ada batasnya. Dia juga punya rasa. Bukan hanya kamu. Tolong mengerti itu. Jangan biarkan masa lalu itu masuk kembali ke kehidupanmu, atau sampai bisa menghancurkan kebahagiaanmu.&#8221;</p>
<p>Aku terdiam. Mencoba mengerti.</p>
<p>&#8220;Coba pikirkan, kalau penjelasan atau kata maaf itu sudah kamu dapat, apakah kamu akan bahagia? Apakah bisa hilang semua dendam dan marah itu?&#8221;</p>
<p>Dadaku serasa ingin meledak.</p>
<p>&#8220;Tidak tahu. Aku tidak bisa meramalkan perasaanku.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lalu untuk apa menunggu untuk sesuatu yang bahkan kamu sendiri tidak tahu apa gunanya itu? Kamu punya kesempatan untuk hidup lebih baik dengan orang yang lebih baik. Aku tidak ingin kamu menghancurkan itu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi bagaimana dengan rasaku?&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa? Rasa marah itu? Dendam? Penasaran? Kalau kamu selalu mendahulukan perasaan dan kepentinganmu itu, apa bedanya kamu dengan dia di masa lalu? Kamu bahkan tidak lebih baik dari dia.&#8221;</p>
<p>Aku masih terpaku. Sebenarnya aku sudah tahu, tanpa perlu dia marah begitu.<br />
Tapi aku bertahan.<br />
Kalau aku masih ingin menunggu penjelasan itu, dan dia yang sekarang mau mengertiku, lalu kenapa?<br />
Aku tidak mengerti tentang konsep &#8220;hanya orang yang kita sayangi yang dapat melukai hati kita sebegitu dalam&#8221;.<br />
Aku tidak lagi menyayanginya, itu aku tahu pasti. Tapi aku memang terluka karenanya.</p>
<p>Dan aku tahu, aku tidak ingin menjadi seperti dia di masa laluku.<br />
Aku tidak mau mengejar kepentinganku, memuaskan rasa inginku, dan mengorbankan seseorang yang tulus mencintaiku.<br />
Aku bukan hanya tidak mau, tapi aku juga tidak akan sanggup untuk itu.</p>
<p>Masa lalu memang sudah bukan menjadi milikku, tapi rasa yang tertinggal tidak mudah untuk dihilangkan.<br />
Tapi aku harus belajar, karena aku tidak mau mengulang kesalahan.<br />
Aku tidak akan sanggup mengorbankan dia yang sekarang, hanya demi kenanganku di masa lalu.</p>
<p>Ia berlalu sambil menepuk pundakku.<br />
&#8220;Jangan sampai kamu menyesal, menukar masa depan yang mungkin penuh dengan kebahagiaan demi masa lalu yang sudah pasti menyakitkan.&#8221;</p>
<p>Dan aku tahu. Aku tak mau.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sioppie.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sioppie.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sioppie.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sioppie.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sioppie.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sioppie.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sioppie.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sioppie.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sioppie.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sioppie.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sioppie.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sioppie.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sioppie.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sioppie.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sioppie.wordpress.com&amp;blog=6094354&amp;post=154&amp;subd=sioppie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sioppie.wordpress.com/2009/06/15/perbincangan-dengan-hati-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/11a9244dd9b7529582f07a3e42d0fcfd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sioppie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perbincangan dengan Hati (3)</title>
		<link>http://sioppie.wordpress.com/2009/04/25/perbincangan-dengan-hati-3/</link>
		<comments>http://sioppie.wordpress.com/2009/04/25/perbincangan-dengan-hati-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 07:09:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sioppie</dc:creator>
				<category><![CDATA[perbincangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sioppie.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Aku masih menunggu. Di tempat yang sama, seperti bulan lalu. Kali ini lampu itu tampak baru, walau pijarnya tetap temaram. Kutundukkan kepala sambil meniup kedua telapak tangan yg terkepal. Sedikit mengusir ngilu, melemaskan kelu. Ia janji datang menemuiku. Membahas sesuatu. &#8220;Aku menemuinya kemarin. Ternyata benar dugaanku. Dia tidak merasa bersalah. Dia malah berpikir kamu menyudutkannya.&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sioppie.wordpress.com&amp;blog=6094354&amp;post=152&amp;subd=sioppie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku masih menunggu. Di tempat yang sama, seperti bulan lalu.<br />
Kali ini lampu itu tampak baru, walau pijarnya tetap temaram.</p>
<p>Kutundukkan kepala sambil meniup kedua telapak tangan yg terkepal. Sedikit mengusir ngilu, melemaskan kelu.<br />
Ia janji datang menemuiku. Membahas sesuatu.</p>
<p>&#8220;Aku menemuinya kemarin. Ternyata benar dugaanku. Dia tidak merasa bersalah. Dia malah berpikir kamu menyudutkannya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Untuk apa?&#8221; tanyaku tajam. Aku tidak terima.</p>
<p>&#8220;Dia merasa kamu menyudutkannya. Karena banyak orang menganggapnya sebagai pihak yang salah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tidak pernah begitu. Ingat pembicaraan kita dulu? Aku malah khawatir bila teman-temanku menghakiminya. Tapi seperti kau bilang dulu, tak ada yang bisa kuperbuat. Lebih baik hanya melihat, tanpa terlibat.&#8221; Aku berusaha mengingatkannya.</p>
<p>&#8220;Itu aku ingat. Tapi dia tidak tahu. Dia pikir kamu sengaja begitu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi kalau memang dia tidak begitu, kenapa harus merasa terganggu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Itu aku juga tidak tahu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Selama ini aku hanya berusaha menggambarkan peristiwa sesuai pengetahuanku. Mungkin dari sudut pandangku. Itu pun bila ada yang ingin tahu. Karena tidak ada yang tahu, apa yang ada di dalam hatinya, pikirannya. Tidak juga aku. Kalau pun tidak sesuai dengannya, silakan saja menjelaskan. Katakan semuanya, kalau perlu pada dunia. Jadi orang-orang dapat mengetahui kebenaran dari dua sisi. Itu kalau dia mau&#8221; kataku memburu.</p>
<p>Aku heran, orang yang bahkan tidak berani memberi penjelasan, kini ingin menggugat kebenaran.</p>
<p>&#8220;Mungkin baginya itu tidak perlu. Karena kebenaran tidak perlu diributkan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lalu? Kenapa sekarang dia menggugat itu? Kebenaran memang tidak perlu diributkan,tapi harus ditunjukkan. Kalau memang benar, kenapa harus takut?&#8221;</p>
<p>&#8220;Sabarlah, sayang. Kamu tak perlu begitu. Truth has its own language. Even if we don&#8217;t shout it loud, seems it always speaks in a very high tone through our heart.&#8221;</p>
<p>&#8220;Jadi menurutmu kebenaran pasti akan datang? Kebenaran yang bisa menjadi penjelasan?&#8221; tanyaku penuh harap.</p>
<p>Ia mengangkat bahu.</p>
<p>&#8220;Tapi apa pun dan kapan pun kebenaran itu datang, kamu harus tetap siap. Kalau pun ada yang mengingkari kebenaran, mungkin hanyalah para pengecut yang terpinggirkan. Cowards doesn&#8217;t know what the truly meaning of truth is. That&#8217;s why it speaks silent to their ears.&#8221;</p>
<p>Aku diam. Dia diam.<br />
Hanya udara yang mengalir antara kami.<br />
Hari ini kami berdua ingin tetap tinggal di sini. Merenungi pembicaraan tadi.<br />
Kadang kebenaran memang menyakitkan. Tapi tidak mengetahui kebenaran tentu lebih menyakitkan karena kita dibiarkan dalam kebohongan yang panjang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sioppie.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sioppie.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sioppie.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sioppie.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sioppie.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sioppie.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sioppie.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sioppie.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sioppie.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sioppie.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sioppie.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sioppie.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sioppie.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sioppie.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sioppie.wordpress.com&amp;blog=6094354&amp;post=152&amp;subd=sioppie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sioppie.wordpress.com/2009/04/25/perbincangan-dengan-hati-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/11a9244dd9b7529582f07a3e42d0fcfd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sioppie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perbincangan dengan Hati (2)</title>
		<link>http://sioppie.wordpress.com/2009/04/25/perbincangan-dengan-hati-2/</link>
		<comments>http://sioppie.wordpress.com/2009/04/25/perbincangan-dengan-hati-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 07:08:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sioppie</dc:creator>
				<category><![CDATA[perbincangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sioppie.wordpress.com/2009/04/25/perbincangan-dengan-hati-2/</guid>
		<description><![CDATA[Ini hari yang aneh. Sangat aneh. Karena ia yang mengajakku bertemu. Sepanjang perjalanan aku bertanya ada apa. Pasti ada hal yang sangat penting sampai ia yang memintaku bertemu. Kini kami tidak bertemu di tempat biasa. Ini juga aneh. Ia memintaku datang ke pantai. Tempat yang juga menjadi favorit kami. Tapi aku tidak bisa memikirkan hal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sioppie.wordpress.com&amp;blog=6094354&amp;post=151&amp;subd=sioppie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini hari yang aneh. Sangat aneh. Karena ia yang mengajakku bertemu. Sepanjang perjalanan aku bertanya ada apa. Pasti ada hal yang sangat penting sampai ia yang memintaku bertemu.</p>
<p>Kini kami tidak bertemu di tempat biasa. Ini juga aneh. Ia memintaku datang ke pantai. Tempat yang juga menjadi favorit kami. Tapi aku tidak bisa memikirkan hal itu. Tak ada hal lain. Hanya ada tanya.</p>
<p>&#8220;Ada apa?&#8221; tanyaku tak sabar setelah mengambil tempat di sampingnya.</p>
<p>Aku bahkan lupa mengecup pipinya.<br />
Ia duduk di atas batu karang, menghadap langsung ke pantai. Ia tidak langsung menjawab.<br />
Aku duduk dengan gelisah. Tak sabar. Tapi aku tak berani mendesak.</p>
<p>&#8220;Dia sudah punya kekasih. Apa kamu tahu?&#8221; tanyanya tanpa melihatku.</p>
<p>&#8220;Aku tidak tahu. Aku hanya telah merasa. Yah, mungkin ini sudah saatnya untuk dia.&#8221; Datar suaraku, mencoba menyembunyikan gemuruh hatiku.</p>
<p>&#8220;Hatimu masih sakit?&#8221;</p>
<p>&#8220;Sedikit. Bukan cemburu. Hanya tidak nyaman.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kenapa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Entah. Mungkin karena aku masih berharap.&#8221;</p>
<p>Ia menoleh ke arahku. Matanya berkilat.</p>
<p>&#8220;Aku masih berharap adanya satu penjelasan, dan bila mungkin, satu kata maaf. Apa itu terlalu banyak?&#8221; Kali ini aku menantang matanya.</p>
<p>Ia tersenyum pahit. Gemuruh di dadaku tersapu riuhnya ombak.</p>
<p>&#8220;Bagaimana kalau dia tidak merasa bersalah kepadamu? Berarti tidak perlu ada kata maaf itu.&#8221; katanya.</p>
<p>Aku mengangkat bahu.</p>
<p>&#8220;Mungkin saja kejadian ini adalah penjelasan bagimu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tidak tahu. Aku cuma ingin dengar hal itu langsung darinya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bagaimana kalau dia tidak punya cukup keberanian untuk itu? Menemuimu untuk mengatakan perpisahan saja dia tidak mampu. Apa kamu pikir dia punya nyali untuk menemuimu dan mengatakan alasan sebenarnya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Dia datang padaku saat memintaku untuk bersamanya. Aku pikir cukup adil bila aku ingin dia datang padaku untuk mengatakan selamat tinggal itu. Untuk sebuah penjelasan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bagaimana bila dia berharap kamu tahu tanpa dia beri tahu?&#8221; pandangannya mengejar kawanan camar.</p>
<p>&#8220;Aku akan menunggu penjelasan itu. Dan bila mungkin, kata maaf itu.&#8221;</p>
<p>Ia menggeleng keras.<br />
&#8220;Kamu keras kepala sekali. Bagaimana kalau dia tidak pernah datang dengan penjelasan, atau kata maaf itu? Apa kamu sanggup untuk terus menunggu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalau pun harus begitu, aku akan biarkan dia berlomba dengan waktu. Agar aku tahu, mana yang lebih dulu. Dia datang dengan penjelasan dan maaf itu, atau waktu yang menghapus kenanganku.&#8221;</p>
<p>Kali ini aku telah bertekad. Selama apa pun itu, aku akan menunggu. Tak perlu memaksa. Tidak juga buru-buru. Aku pasti berteman dengan waktu. Kalau pun nanti aku tidak mampu, akan kubiarkan waktu menghapus tanyaku. Kenanganku.</p>
<p>Sambil menunggu saat itu, aku akan belajar menata hatiku. Mengosongkan ruang yang dulu miliknya, agar dapat ditempati dia yang baru. Yang mungkin saja lebih berharga untukku.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sioppie.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sioppie.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sioppie.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sioppie.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sioppie.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sioppie.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sioppie.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sioppie.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sioppie.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sioppie.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sioppie.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sioppie.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sioppie.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sioppie.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sioppie.wordpress.com&amp;blog=6094354&amp;post=151&amp;subd=sioppie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sioppie.wordpress.com/2009/04/25/perbincangan-dengan-hati-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/11a9244dd9b7529582f07a3e42d0fcfd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sioppie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>pebincangan dengan hati (1)</title>
		<link>http://sioppie.wordpress.com/2009/04/14/pebincangan-dengan-hati-1/</link>
		<comments>http://sioppie.wordpress.com/2009/04/14/pebincangan-dengan-hati-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 04:24:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sioppie</dc:creator>
				<category><![CDATA[perbincangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sioppie.wordpress.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Aku menunggu, di sudut ruang yang disinari lampu temaram. Kulipat kedua tangan di depan dada untuk mengusir dingin yang tiba-tiba menyergap. Ruangan ini tidak dilengkapi pendingin ruangan. Tapi tubuhku menggigil, hatiku ngilu. Tiba-tiba saja. Ia datang. Berpenampilan biasa, dengan wajah yang dihiasi senyum yang sama. Senyum yang luar biasa. Setelah mengecup kedua pipi, ia mengambil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sioppie.wordpress.com&amp;blog=6094354&amp;post=146&amp;subd=sioppie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku menunggu, di sudut ruang yang disinari lampu temaram. Kulipat kedua tangan di depan dada untuk mengusir dingin yang tiba-tiba menyergap. Ruangan ini tidak dilengkapi pendingin ruangan. Tapi tubuhku menggigil, hatiku ngilu. Tiba-tiba saja.</p>
<p>Ia datang. Berpenampilan biasa, dengan wajah yang dihiasi senyum yang sama. Senyum yang luar biasa. Setelah mengecup kedua pipi, ia mengambil tempat tepat di depanku.Tempat yang sangat disukainya karena ia bisa melihat langsung mataku. Menelanjangi jiwaku. </p>
<p>&#8220;Aku merasa bersalah pada dia&#8221; kataku tanpa berani menatapnya.</p>
<p>&#8220;Siapa? Dia di masa lalu atau dia sekarang?&#8221;</p>
<p>&#8220;Dia sekarang. Karena dia di masa lalu.&#8221; </p>
<p>&#8220;Kenapa?&#8221; tanyanya tanpa memaksa.</p>
<p>&#8220;Ternyata aku masih menyimpan benci dan dendam itu. Lama-lama merusak hati ini. Meracuni jiwa. Mengganggu eksistensiku saat ini. Mempengaruhi hubunganku dengan dia yang sekarang.&#8221; ujarku pelan.</p>
<p>&#8220;Membuatmu jadi bagaimana?&#8221;</p>
<p>Membuatku ingin tahu bagaimana hidupnya, apa dia bahagia&#8230;&#8221; aku tersendat.</p>
<p>Sesaat hening. Aku tak berani mengangkat wajah karena aku tahu ia sedang menatapku tajam. Matanya mencari mataku.</p>
<p>&#8220;Kalau dia bahagia bagaimana? Mau mengucapkan selamat? Akankah kamu sanggup? Kalau dia tidak bahagia, kamu mau apa? Mendatanginya dan bilang kalau kalian masih bersama maka saat ini kalian akan bahagia? Dia sudah membuat pilihannya. Apa pun konsekuensinya harus dia terima. Bahagia atau tidak, salah atau benar.&#8221;</p>
<p>Aku terdiam. Pandangan kabur karena air mata.</p>
<p>&#8220;Dia sudah melangkah pergi dari hidupmu. There&#8217;s nothing to do with you anymore.&#8221; Ia mulai meninggikan suaranya.<br />
Aku sampai harus menggenggam tangannya untuk menenangkannya. </p>
<p>&#8220;Yang bisa kamu lakukan sekarang hanya menerima. Menerima bahwa semua sudah tidak sama. Kalau masih ada benci, nikmati saja rasa itu. Nikmati saat ini, setiap momennya. Mind your own business and let the rest. It&#8217;s not yours, it&#8217;s God&#8217;s.&#8221;</p>
<p>Aku menangis tanpa suara.<br />
Aku bahkan tak bisa merasakan panasnya mata, jatuhnya titik duka.</p>
<p>Kami pulang bergandengan. Tanpa bicara. Tapi kami berdua tahu, tanpa perlu aku beri tahu.<br />
Hatiku telah menjadi baru. Tak lagi biru. </p>
<p>Aku hanya ingin menikmati saat ini. Karena masa lalu sudah bukan milikku, dan masa depan masih rahasiaNya.<br />
Aku cuma punya saat ini. Dan aku ingin pastikan melakukan yang terbaik. Agar tak ada penyesalan akan masa lalu, dan pertanyaan tentang masa depan.</p>
<p>Tiba-tiba aku sangat ingin bertemu dia yang sekarang.<br />
Membiarkan dia masuk ke dalam hatiku, mencintaiku, dan membuatku bahagia.<br />
Tiba-tiba aku sangat ingin berlari, menyambut genggamannya. Untuk kemudian menari.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sioppie.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sioppie.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sioppie.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sioppie.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sioppie.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sioppie.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sioppie.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sioppie.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sioppie.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sioppie.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sioppie.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sioppie.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sioppie.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sioppie.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sioppie.wordpress.com&amp;blog=6094354&amp;post=146&amp;subd=sioppie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sioppie.wordpress.com/2009/04/14/pebincangan-dengan-hati-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/11a9244dd9b7529582f07a3e42d0fcfd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sioppie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>mungkin&#8230;</title>
		<link>http://sioppie.wordpress.com/2009/04/12/mungkin/</link>
		<comments>http://sioppie.wordpress.com/2009/04/12/mungkin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2009 16:12:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sioppie</dc:creator>
				<category><![CDATA[newlife]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sioppie.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[aku selalu menjadi pendengar yang baik bagi banyak teman. aku juga bisa menjadi penasehat yang baik bagi sebagian besar. yah, paling tidak begitu yang aku rasakan. begitu yang mereka bilang. apa yang aku sampaikan sering kali menjadi pertimbangan atau bahkan keputusan. tapi itu hanya untuk mereka. semua hal itu tidak berlaku untukku sendiri. ketika harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sioppie.wordpress.com&amp;blog=6094354&amp;post=134&amp;subd=sioppie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>aku selalu menjadi pendengar yang baik bagi banyak teman.<br />
aku juga bisa menjadi penasehat yang baik bagi sebagian besar.<br />
yah, paling tidak begitu yang aku rasakan.<br />
begitu yang mereka bilang.<br />
apa yang aku sampaikan sering kali menjadi pertimbangan atau bahkan keputusan.<br />
tapi itu hanya untuk mereka.<br />
semua hal itu tidak berlaku untukku sendiri.</p>
<p>ketika harus memutuskan sesuatu hal penting tentang diri sendiri, yang tinggal hanya keraguan.<br />
ketakutan akan kesalahan.<br />
ketakutan akan kebenaran.<br />
kebenaran yang tidak sesuai dengan harapan.</p>
<p>mungkin Ia sudah merencanakan.<br />
mungkin Ia sudah menduga.<br />
kita tidak bisa memutuskan segala sesuatu sendirian.<br />
kita tidak bisa mengandalkan segala kepandaian dan wawasan yang dianggap hebat oleh banyak orang.<br />
kita tidak bisa menggunakannya untuk diri sendiri.</p>
<p>karena Ia ingin kita berbagi.<br />
Ia ingin kita tahu bahwa kita tidak sendiri.<br />
Ia ingin kita menyadari kita butuh orang lain.<br />
Ia ingin kita tidak terlena dan merasa bagai raja.</p>
<p>mungkin saja begitu.<br />
tapi paling tidak buatku.<br />
itu memang begitu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sioppie.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sioppie.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sioppie.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sioppie.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sioppie.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sioppie.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sioppie.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sioppie.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sioppie.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sioppie.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sioppie.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sioppie.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sioppie.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sioppie.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sioppie.wordpress.com&amp;blog=6094354&amp;post=134&amp;subd=sioppie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sioppie.wordpress.com/2009/04/12/mungkin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/11a9244dd9b7529582f07a3e42d0fcfd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sioppie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>untuk dia&#8230;</title>
		<link>http://sioppie.wordpress.com/2009/04/12/untuk-dia/</link>
		<comments>http://sioppie.wordpress.com/2009/04/12/untuk-dia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2009 15:25:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sioppie</dc:creator>
				<category><![CDATA[newlife]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sioppie.wordpress.com/2009/04/12/untuk-dia/</guid>
		<description><![CDATA[sebenarnya aku tidak meminta sesuatu yang istimewa. tidak pula sesuatu yang sempurna. aku hanya minta Ia memberiku seseorang yang bisa menuntunku menjadi lebih baik. seseorang yang bisa melihatku apa adanya namun menganggapku sempurna. seseorang yang bisa menyayangiku dengan utuh. seseorang yang bisa mencintaiku lebih baik daripada aku mencintai diriku sendiri. seseorang yang bisa aku cintai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sioppie.wordpress.com&amp;blog=6094354&amp;post=132&amp;subd=sioppie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sebenarnya aku tidak meminta sesuatu yang istimewa.<br />
tidak pula sesuatu yang sempurna.<br />
aku hanya minta Ia memberiku seseorang yang bisa menuntunku menjadi lebih baik.</p>
<p>seseorang yang bisa melihatku apa adanya namun menganggapku sempurna.<br />
seseorang yang bisa menyayangiku dengan utuh.<br />
seseorang yang bisa mencintaiku lebih baik daripada aku mencintai diriku sendiri.<br />
seseorang yang bisa aku cintai lebih besar daripada aku mencintai diriku sendiri.<br />
seseorang yang menerimaku sebagai satu paket lengkap yang memiliki kelebihan dan kekurangan.<br />
seseorang yang tidak perlu berusaha namun dapat membuatku tertawa.<br />
seseorang yang bisa menjadi kekasih yang setia, sahabat yang jujur, ayah yang penyayang, dan sempalan hati yang hilang.</p>
<p>aku tahu ia tidak mungkin sempurna.<br />
aku tahu ia hanya manusia.<br />
tapi sungguh aneh rasanya.<br />
karena aku menemukan semua pada dirinya.</p>
<p>kemudian aku berlutut dan mulai bertanya.<br />
benarkah dia orang yang dikirimNya untukku?<br />
benarkah dia mencintaiku sebesar itu?<br />
benarkah kami bisa selalu bersama?<br />
benarkah aku pantas untuk dicintai sebesar itu?</p>
<p>Tuhan tak menjawab.<br />
aku tahu aku perlu menunggu.<br />
dan menjawab pertanyaanku bersama waktu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sioppie.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sioppie.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sioppie.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sioppie.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sioppie.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sioppie.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sioppie.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sioppie.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sioppie.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sioppie.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sioppie.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sioppie.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sioppie.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sioppie.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sioppie.wordpress.com&amp;blog=6094354&amp;post=132&amp;subd=sioppie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sioppie.wordpress.com/2009/04/12/untuk-dia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/11a9244dd9b7529582f07a3e42d0fcfd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sioppie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>pilihan hidup&#8230;</title>
		<link>http://sioppie.wordpress.com/2009/04/06/pilihan-hidup/</link>
		<comments>http://sioppie.wordpress.com/2009/04/06/pilihan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 04:58:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sioppie</dc:creator>
				<category><![CDATA[newlife]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sioppie.wordpress.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[hidup selalu merupakan sebuah pilihan. pilihan itu dimulai dari sejak kita baru dilahirkan, sampai di saat akhir nanti. pilihan dari sejak kita membuka mata di pagi hari, sampai kita beristirahat dalam dekapan malam. pilihan yang sederhana, sampai pilihan yang mungkin merupakan one way ticket dan akan mengubah hidup kita selamanya. pilihan yang mudah untuk diambil, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sioppie.wordpress.com&amp;blog=6094354&amp;post=127&amp;subd=sioppie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hidup selalu merupakan sebuah pilihan. </p>
<p>pilihan itu dimulai dari sejak kita baru dilahirkan, sampai di saat akhir nanti.<br />
pilihan dari sejak kita membuka mata di pagi hari, sampai kita beristirahat dalam dekapan malam.<br />
pilihan yang sederhana, sampai pilihan yang mungkin merupakan one way ticket dan akan mengubah hidup kita selamanya.<br />
pilihan yang mudah untuk diambil, sampai pilihan yang membutuhkan perenungan panjang separuh hidup.<br />
pilihan yang bisa menunggu, sampai pilihan yang harus ditentukan dengan cepat.</p>
<p>seorang teman pernah bilang pada saya &#8220;pilihlah apa yang paling kamu yakini. jadi ketika pilihan itu salah atau gagal, paling tidak kamu sudah melakukan apa yang kamu yakini&#8221;.</p>
<p>saya lalu berpikir&#8230;apakah hal ini termasuk pada pilihan kita dalam menjalani dan menyikapi hidup?<br />
karena saya pernah dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit itu.</p>
<p>apakah mau meratapi nasib dan silam, atau maju terus dan memperbaiki kesalahan.<br />
apakah mau tenggelam dalam penyesalan, atau berdamai dengan kenyataan.<br />
apakah mau memaafkan dan melupakan, atau memaafkan namun tetap mendendam.<br />
apakah mau memulai hari dengan senyum dan syukur, atau dengan gerutu dan muram.</p>
<p>keduanya pasti memiliki konsekuensi sendiri.<br />
salah satu pilihan belum tentu akan berbuah lebih baik daripada pilihan yang lainnya.<br />
tapi apa pun, bagaimana pun, pilihan harus tetap kita ambil.<br />
dan semuanya ada di tangan kita.</p>
<p>&#8220;Tuhan sudah memberimu wajah, senyum harus kita usahakan sendiri&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sioppie.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sioppie.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sioppie.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sioppie.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sioppie.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sioppie.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sioppie.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sioppie.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sioppie.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sioppie.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sioppie.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sioppie.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sioppie.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sioppie.wordpress.com/127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sioppie.wordpress.com&amp;blog=6094354&amp;post=127&amp;subd=sioppie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sioppie.wordpress.com/2009/04/06/pilihan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/11a9244dd9b7529582f07a3e42d0fcfd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sioppie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>hatiku&#8230;</title>
		<link>http://sioppie.wordpress.com/2009/04/05/hatiku/</link>
		<comments>http://sioppie.wordpress.com/2009/04/05/hatiku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 06:34:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sioppie</dc:creator>
				<category><![CDATA[newlife]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sioppie.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[aku selalu bertanya hati itu berbuat dari apa? seonggok dagingkah dia atau makhluk yang juga bernyawa entah mengapa aku bertanya tapi sangat ingin tahu jawabnya mungkin hanya untuk meyakinkan diri coba bedakan nyata dan mimpi karena aku tahu hati ini pernah menangis hati ini pernah tertawa hati ini pernah hilang arah dan tak bisa merasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sioppie.wordpress.com&amp;blog=6094354&amp;post=112&amp;subd=sioppie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>aku selalu bertanya</p>
<p>hati itu berbuat dari apa?</p>
<p>seonggok dagingkah dia</p>
<p>atau makhluk yang juga bernyawa</p>
<p>entah mengapa aku bertanya</p>
<p>tapi sangat ingin tahu jawabnya</p>
<p>mungkin hanya untuk meyakinkan diri</p>
<p>coba bedakan nyata dan mimpi</p>
<p>karena aku tahu</p>
<p>hati ini pernah menangis</p>
<p>hati ini pernah tertawa</p>
<p>hati ini pernah hilang arah dan tak bisa merasa</p>
<p>bahkan pernah hancur karena satu hal saja</p>
<p>tapi hati ini juga bisa menjadi setegar karang</p>
<p>bisa menjadi selembut salju pertama</p>
<p>bisa menjadi serapuh lapisan tipis air yang baru mengeras</p>
<p>bisa menjadi seluas samudra tak berbatas</p>
<p>kini aku tahu</p>
<p>Tuhan memberiku hati yang luar biasa</p>
<p>karena Ia tahu</p>
<p>aku butuh teman hidup istimewa</p>
<p>untuk menjalani hari sebagai ciptaanNya yang mulia</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sioppie.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sioppie.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sioppie.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sioppie.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sioppie.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sioppie.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sioppie.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sioppie.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sioppie.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sioppie.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sioppie.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sioppie.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sioppie.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sioppie.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sioppie.wordpress.com&amp;blog=6094354&amp;post=112&amp;subd=sioppie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sioppie.wordpress.com/2009/04/05/hatiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/11a9244dd9b7529582f07a3e42d0fcfd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sioppie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ia pasti tahu&#8230;</title>
		<link>http://sioppie.wordpress.com/2009/04/04/ia-pasti-tahu/</link>
		<comments>http://sioppie.wordpress.com/2009/04/04/ia-pasti-tahu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 04:03:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sioppie</dc:creator>
				<category><![CDATA[newlife]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sioppie.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan tahu tapi menunggu. Aku pernah mendengar ungkapan itu. Juga pernah kubaca dalam sebuah buku. Ternyata perlu pengalaman nyata dan perjalanan separuh hidupku untuk meresapi makna ungkapan sederhana itu. Setelah apa yang aku lalui, aku tahu aku tak pernah sendiri. Ia tak pernah tidur, tak pernah alpa. Ia menghitung setiap tetes peluh dan air mata. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sioppie.wordpress.com&amp;blog=6094354&amp;post=102&amp;subd=sioppie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tuhan tahu tapi menunggu.</p>
<p>Aku pernah mendengar ungkapan itu. Juga pernah kubaca dalam sebuah buku. Ternyata perlu pengalaman nyata dan perjalanan separuh hidupku untuk meresapi makna ungkapan sederhana itu.</p>
<p>Setelah apa yang aku lalui, aku tahu aku tak pernah sendiri.</p>
<p>Ia tak pernah tidur, tak pernah alpa.</p>
<p>Ia menghitung setiap tetes peluh dan air mata.</p>
<p>Mencatat segala usaha.</p>
<p>Mendengar segala doa.</p>
<p>Menilai setiap langkah.</p>
<p>Membaca setiap niat.</p>
<p>Mendekap setiap sabar.</p>
<p>Tak satu pun hal yang terjadi di luar pengetahuan dan kehendakNya.</p>
<p>Walau hanya sehelai daun yang gugur, pun seekor semut yang terinjak mati.</p>
<p>Ia pasti tahu.</p>
<p>Kini, Ia menjawab doaku.</p>
<p>Membayar setiap tetes peluh, air mata, dan usaha.</p>
<p>Membayarnya dengan berkah yang luar biasa indah.</p>
<p>Kini aku percaya.</p>
<p>Doa yang belum terjawab, atau berkah yang belum teresap, pasti masih menanti sang waktu.</p>
<p>Bukan karena Ia lupa, apalagi alpa.</p>
<p>Lebih karena Ia ingin kita, sebagai manusia, terus berusaha dan mencoba setia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sioppie.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sioppie.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sioppie.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sioppie.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sioppie.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sioppie.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sioppie.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sioppie.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sioppie.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sioppie.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sioppie.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sioppie.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sioppie.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sioppie.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sioppie.wordpress.com&amp;blog=6094354&amp;post=102&amp;subd=sioppie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sioppie.wordpress.com/2009/04/04/ia-pasti-tahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/11a9244dd9b7529582f07a3e42d0fcfd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sioppie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>bertemu sepupu&#8230;</title>
		<link>http://sioppie.wordpress.com/2009/03/24/bertemu-sepupu/</link>
		<comments>http://sioppie.wordpress.com/2009/03/24/bertemu-sepupu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 14:27:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sioppie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sioppie.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[neh tapi nyata&#8230;punya saudara yang tinggalnya jauuuuuhhhh&#8230;.sekali. Terakhir bertemu di Bali, kira-kira delapan tahun yang lalu&#8230;wheewww&#8230;. Tanggal 15 maret 2009, akhirnya ketemu lagi setelah sekian lama tadi. Hmm&#8230;time does fly! Di dalam ingatan, yang tergambar tuh masih anak kecil yang baru lulus smp, masih (agak) lugu, dan lucu. Momen pertama ketemu, yang terlontar dari bibir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sioppie.wordpress.com&amp;blog=6094354&amp;post=52&amp;subd=sioppie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-51" title="samaitin" src="http://sioppie.files.wordpress.com/2009/03/samaitin.jpg?w=480" alt="samaitin"   /></p>
<p>neh tapi nyata&#8230;punya saudara yang tinggalnya jauuuuuhhhh&#8230;.sekali. Terakhir bertemu di Bali, kira-kira delapan tahun yang lalu&#8230;wheewww&#8230;.</p>
<p>Tanggal 15 maret 2009, akhirnya ketemu lagi setelah sekian lama tadi. Hmm&#8230;time does fly! Di dalam ingatan, yang tergambar tuh masih anak kecil yang baru lulus smp, masih (agak) lugu, dan lucu. Momen pertama ketemu, yang terlontar dari bibir adalah &#8220;yg mana nih Itin??&#8221;. Can you imagine, I even can&#8217;t recognize her anymore&#8230;hehehe&#8230;</p>
<p>Selanjutnya perjalanan mengarah ke daerah Dago atas, ke sebuah tempat makan mie bakso yang enak en terkenal. Banyak ngobrol, dan semakin yakin bahwa waktu itu seperti terbang. Rasanya aku masih begini-begini aja, eh koq punya adik sepupu udah gede banget. Bahkan bisa dibilang lebih dewasa&#8230;hehehe&#8230;.Jadi malu. Sambil makan, foto-foto. Pas liat hasil fotonya, rasanya lucu sekali. Kami saudara tapi koq jauh sekali&#8230;dari wajah apalagi warna kulit&#8230;.Hmmm&#8230;indahnya Bhinneka Tunggal Ika dalam keluarga yaaaa&#8230;.hehehe&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sioppie.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sioppie.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sioppie.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sioppie.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sioppie.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sioppie.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sioppie.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sioppie.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sioppie.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sioppie.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sioppie.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sioppie.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sioppie.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sioppie.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sioppie.wordpress.com&amp;blog=6094354&amp;post=52&amp;subd=sioppie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sioppie.wordpress.com/2009/03/24/bertemu-sepupu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/11a9244dd9b7529582f07a3e42d0fcfd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sioppie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sioppie.files.wordpress.com/2009/03/samaitin.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">samaitin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
